{"id":379,"date":"2025-01-21T09:51:11","date_gmt":"2025-01-21T02:51:11","guid":{"rendered":"https:\/\/ykp.or.id\/datainfo\/?p=379"},"modified":"2025-01-21T09:51:11","modified_gmt":"2025-01-21T02:51:11","slug":"dampak-kesehatan-dari-kekerasan-seksual","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ykp.or.id\/datainfo\/materi\/379","title":{"rendered":"Dampak Kesehatan dari Kekerasan Seksual"},"content":{"rendered":"\n<p>Mengutip Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), bukti menunjukkan bahwa laki-laki dan perempuan adalah penyintas pelecehan seksual, mungkin mengalami kesehatan mental, perilaku, dan sosial.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, anak perempuan, remaja perempuan, dan dewasa perempuan, menanggung beban yang sangat berat.<\/p>\n\n\n\n<p>Seperti misalnya beban risiko cedera dan penyakit akibat kekerasan dan pemaksaan seksual.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak hanya itu, korban perempuan rentan terhadap dampak kesehatan seksual dan reproduksi yang tidak diinginkan, seperti:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Kehamilan.<\/li>\n\n\n\n<li>Aborsi yang tidak aman.<\/li>\n\n\n\n<li>Risiko infeksi menular seksual yang lebih tinggi, termasuk<a href=\"https:\/\/www.halodoc.com\/kesehatan\/hiv-dan-aids\">\u00a0<\/a>HIV.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Contoh dampak lainnya terhadap kesehatan dari pelecehan seksual:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-1-kesehatan-reproduksi\"><strong>1. Kesehatan reproduksi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ul>\n<li>Trauma ginekologi.<\/li>\n\n\n\n<li>Aborsi yang tidak aman.<\/li>\n\n\n\n<li>Disfungsi seksual.<\/li>\n\n\n\n<li>Infeksi menular seksual, termasuk HIV.<\/li>\n\n\n\n<li>Fistula traumatis.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-2-kesehatan-mental\"><strong>2. Kesehatan mental<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ul>\n<li>Depresi.<\/li>\n\n\n\n<li>Gangguan stres pasca trauma.<\/li>\n\n\n\n<li>Kecemasan.<\/li>\n\n\n\n<li>Kesulitan tidur.<\/li>\n\n\n\n<li>Keluhan somatik.<\/li>\n\n\n\n<li>Perilaku bunuh diri.<\/li>\n\n\n\n<li>Gangguan panik.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-3-perilaku\"><strong>3. Perilaku<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ul>\n<li>Perilaku berisiko tinggi. Misalnya hubungan seksual tanpa kondom, berganti-ganti pasangan, alkohol, dan penyalahgunaan narkoba.<\/li>\n\n\n\n<li>Risiko yang lebih tinggi untuk melakukan (bagi laki-laki) atau mengalami pelecehan seksual berikutnya (untuk perempuan).<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-4-akibat-fatal\"><strong>4. Akibat fatal<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Kematian akibat:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Bunuh diri.<\/li>\n\n\n\n<li>Komplikasi kehamilan.<\/li>\n\n\n\n<li>Aborsi yang tidak aman.<\/li>\n\n\n\n<li>AIDS.<\/li>\n\n\n\n<li>Pembunuhan saat pemerkosaan.<\/li>\n\n\n\n<li>Pembunuhan bayi terhadap anak yang lahir dari perkosaan.<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mengutip Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), bukti menunjukkan bahwa laki-laki dan perempuan adalah penyintas pelecehan seksual, mungkin mengalami kesehatan mental, perilaku, dan sosial. Namun, anak perempuan, remaja perempuan, dan dewasa perempuan, menanggung beban yang sangat berat. Seperti misalnya beban risiko cedera dan penyakit akibat kekerasan dan pemaksaan seksual.&nbsp; Tidak hanya itu, korban perempuan rentan terhadap dampak<a class=\"read-more-link\" href=\"https:\/\/ykp.or.id\/datainfo\/materi\/379\">Continue Reading<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":380,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[88],"tags":[5,44,43,29,89,32,19,46,24,4,41,23],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ykp.or.id\/datainfo\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/379"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ykp.or.id\/datainfo\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ykp.or.id\/datainfo\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ykp.or.id\/datainfo\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ykp.or.id\/datainfo\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=379"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ykp.or.id\/datainfo\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/379\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":381,"href":"https:\/\/ykp.or.id\/datainfo\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/379\/revisions\/381"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ykp.or.id\/datainfo\/wp-json\/wp\/v2\/media\/380"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ykp.or.id\/datainfo\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=379"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ykp.or.id\/datainfo\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=379"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ykp.or.id\/datainfo\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=379"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}