tanya kekerasan
Kekerasan yang langsung ditujukan terhadap seorang perempuan karena dia adalah perempuan, atau hal-hal yang memberi akibat pada perempuan secara tidak proporsional (adanya ketimpangan). Hal tersebut termasuk tindakan-tindakan yang mengakibatkan kerugian atau penderitaan fisik, mental dan seksual atau ancaman-ancaman, paksaan dan perampasan kebebasan lainnya.
tanya kespro
Kata gender berasal dari bahasa latin, yaitu ”genius”, berarti tipe atau jenis.
Gender adalah pembedaan status, peran dan tanggung jawab antara perempuan dan laki-laki yang dibentuk oleh masyarakat sesuai dengan nilai budaya yang berlaku.
Konstruksi gender dipengaruhi berbagai faktor, yaitu budaya, agama, sosial, politik, hukum, pendidikan, media, seni, dan lain sebagainya.
Gender bisa berubah sesuai konteks waktu, tempat dan budaya karena gender merupakan hasil konstruksi sosial.
Gender bukan Kodrat!
Kodrat memiliki makna sesuatu yang tetap. Gender adalah hal yang bisa dipelajari dan diubah.
Pada umumnya, masyarakat masih melakukan pembedaan peran sosial berdasarkan jenis kelamin, yang tidak disadari memiliki dampak kurang menguntungkan bagi seseorang baik perempuan maupun laki-laki.
Seks adalah perbedaan jenis kelamin yang dibawa sejak lahir. Seks membedakan perempuan dan laki-laki berdasarkan organ reproduksi yang merupakan ciptaan Tuhan dan tidak dapat dipertukarkan. Misalnya perempuan memiliki indung telur dan laki-laki memiliki sperma.
Gender adalah pembedaan peran berdasarkan fungsi, status dan tanggung jawab antara perempuan dan laki-laki dalam kehidupan sosial. Pembagian peran antara perempuan dan lakilaki bisa dipertukarkan. Contoh di rumah tangga; mencuci, masak, momong, menyapu juga bisa dilakukan oleh laki-laki. Sementara contoh di ruang publik; kepala sekolah/madrasah, kepala desa, ketua RT/RW juga bisa dijabat oleh perempuan. Ketua OSIS, ketua Karang Taruna atau organisasi yang selama ini identik dengan laki-laki juga bisa dilakukan oleh perempuan.
Jadi arti seks dan gender TIDAK SAMA!
