Daftar Pertanyaan dan Jawaban

tanya kespro

Kita adalah manusia yang bisa berfikir, mengambil keputusan dan bebas memilih yang kita suka dan menolak yang tidak kita sukai. Manusia juga mahluk sosial yang bebas berinteraksi dengan orang lain, namun kebebasan interaksi ini ada batasannya, yaitu kebebasan orang lain, Oleh karena itu dalam berinterkasi dengan orang lain kita harus memastikan adanya consent atau persetujuan untuk memastikan kita tidak melanggar kebebasan atau hak orang lain.

Manusia juga mahluk seksual, dimana naluri dan hasrat seksual merupakan sesuatu yang melekat (kodrati) baik pada laki-laki maupun perempuan. Dalam konteks ini juga penting adanya consent agar interaksi seksual tidak merugikan salah satu pihak atau bahkan orang lain.

Consent bukan saja sebuah penyataan sikap setuju namun juga sikap tidak setuju terlibat dalam kegiatan seksual. Consent harus diberikan secara sukarela, artinya tidak dipaksakan atau tidak dengan menggunakan manipulasi.

Kita mungkin bisa mengalami situasi dimana dalam suatu hubungan ketika kita harus mengatakan ‘tidak‘, terutama ketika diminta untuk bertindak melawan nilai-nilai atau moral kita. Meskipun terkadang sulit, ini bisa bermanfaat bagi kesehatan mental dan hubungan Anda sendiri.

Consent itu penting karena tanpanya, orang-orang bisa saja melakukan tindak kekerasan atau kriminal ketika melakukan kegiatan seksual dan korbannya bisa menderita trauma fisik/emosional yang parah sebagai akibat tindakan tersebut.

Category: tanya kespro

Kata gender berasal dari bahasa latin, yaitu ”genius”, berarti tipe atau jenis.

Gender adalah pembedaan status, peran dan tanggung jawab antara perempuan dan laki-laki yang dibentuk oleh masyarakat sesuai dengan nilai budaya yang berlaku.

Konstruksi gender dipengaruhi berbagai faktor, yaitu budaya, agama, sosial, politik, hukum, pendidikan, media, seni, dan lain sebagainya.

Gender bisa berubah sesuai konteks waktu, tempat dan budaya karena gender merupakan hasil konstruksi sosial.

Gender bukan Kodrat!
Kodrat memiliki makna sesuatu yang tetap. Gender adalah hal yang bisa dipelajari dan diubah.

Pada umumnya, masyarakat masih melakukan pembedaan peran sosial berdasarkan jenis kelamin, yang tidak disadari memiliki dampak kurang menguntungkan bagi seseorang baik perempuan maupun laki-laki.

Category: tanya kespro

Idealnya, semua kehamilan terjadi karena diinginkan dan direncanakan oleh calon ayah dan ibu. Namun pada kenyataanya banyak kehamilan terjadi tanpa diinginkan atau direncanakan atau biasa disebut KTD.

BIasanya KTD dikarenakan:

  • Ibu menderita penyakit yang membahayakan dirinya dan perkembangan janin (mengancam kesehatan atau nyawa si Ibu atau bayi yang dikandung)
  • Korban pemerkosaan atau incest
  • Kegagalan kontrasepsi
  • Bayi diindikasi akan lahir cacat
  • Indikasi psikologis, seperti tekanan batin (depresi) berat, terjadi kekerasan seksual terhadap perempuan, ketidaksiapan ekonomi (kemiskinan), pasangan yang tidak bertanggung jawab, dan sebagainya.
  • Minimnya informasi Kespro. Membuat seorang perempuan dan pasangannya tidak memahami proses kehamilan atau tidak mampu menyiapkan sarana agar janin berkembang baik selama kehamilan.
Category: tanya kespro

Kontrasepsi berasal dari kata “kontra” yang berarti mencegah/ menghalangi dan “konsepsi” yang berarti pembuahan atau pertemuan antara sel telur dengan sperma.

Jadi kontrasepsi dapat diartikan sebagai suatu cara untuk mencegah terjadinya kehamilan sebagai akibat pertemuan antara sel telur degan sperma. Kontrasepsi dapat menggunakan berbagai macam cara, baik dengan menggunakan hormonal, alat, ataupun melalui prosedur oprasi.

Tingkat efektivitas dari kontrasepsi tergantung dari usia, frekuensi hubungan seksual dan yang terutama apakah menggunakan kontrasepsi tersebut secara benar. Banyak metode kontrasepsi memberikan efektivitas 99 %, jika digunakan secara tepat.

Terdapat banyak pilihan alat-alat kontrasepsi yang bisa digunakan baik oleh laki-laki maupun perempuan dalam upaya mewujudkan perencanaan keluarga.

Alat kontrasepsi bagi pria pada dasarnya sangat terbatas. Metode dan alat dimaksud adalah coitus intruptus (senggama terputus, atau menarik penis keluar sebelum memancarkan sperma), kondom, dan vasektomi (pengikatan/ pemotongan saluran sperma) yang sifatnya lebih permanen.

Sementara itu, jumlah alat kontrasepsi untuk perempuan sangat beragam, antara lain pil KB, suntikan KB, kondom/ diafragma, spiral/ IUD, jelly, tisu KB, susuk/ norplant, sampai tubektomi.

Category: tanya kespro

Berdasarkan pemetaan Kementerian Kesehatan RI, setidaknya ada 4 faktor yang memengaruhi kesehatan reproduksi, yaitu faktor demografis-ekonomi, budaya dan lingkungan, psikologis, dan biologis.

1. Faktor Demografis-Ekonomi

Tingkat pendidikan dan kesejahteraan, ikut memengaruhi pemahaman tentang perkembangan seksual serta proses reproduksi. Sementara itu, faktor demografis pun berdampak pada akses terhadap pelayanan kesehatan reproduksi.

2. Faktor Budaya dan Lingkungan

Kepercayaan, persepsi masyarakat, dan lokasi tempat tinggal, bisa membawa dampak pada pengetahuan terhadap kesehatan reproduksi. Sebab, masih ada pandangan “banyak anak banyak rezeki” di kalangan masyarakat Indonesia, tanpa disertai dengan pengetahuan memadai tentang kesehatan reproduksi.

3. Faktor Psikologis

Ternyata, rendahnya rasa percaya diri, bisa berdampak buruk bagi kesehatan reproduksi. Selain itu, adanya akibat kekerasan pun, akan memengaruhi kesehatan reproduksi.

4. Faktor Biologis

Dalam hal ini, yang dimaksud faktor biologis antara lain kecacatan organ reproduksi, gizi buruk, anemia, dan radang panggul. Faktor ini terutama berpengaruh terhadap kesehatan reproduksi wanita.

Category: tanya kespro

Seks adalah perbedaan jenis kelamin yang dibawa sejak lahir. Seks membedakan perempuan dan laki-laki berdasarkan organ reproduksi yang merupakan ciptaan Tuhan dan tidak dapat dipertukarkan. Misalnya perempuan memiliki indung telur dan laki-laki memiliki sperma.

Gender adalah pembedaan peran berdasarkan fungsi, status dan tanggung jawab antara perempuan dan laki-laki dalam kehidupan sosial. Pembagian peran antara perempuan dan lakilaki bisa dipertukarkan. Contoh di rumah tangga; mencuci, masak, momong, menyapu juga bisa dilakukan oleh laki-laki. Sementara contoh di ruang publik; kepala sekolah/madrasah, kepala desa, ketua RT/RW juga bisa dijabat oleh perempuan. Ketua OSIS, ketua Karang Taruna atau organisasi yang selama ini identik dengan laki-laki juga bisa dilakukan oleh perempuan.

Jadi arti seks dan gender TIDAK SAMA!

Category: tanya kespro

Kesehatan reproduksi didefinisikan sebagai keadaan sejahtera secara fisik, mental dan sosial secara utuh, tidak semata-mata terbebas dari penyakit atau kecacatan dalam semua hal yang berkaitan dengan sistem reproduksi, fungsi dan prosesnya.

Jadi kita bisa dibilang sehat reproduksinya jika organ reproduksi kita mampu berfungsi dengan baik, juga kita bisa menentukan mau punya anak atau tidak dan kapan, jumlah anak dan jarak antar anak yang dilahirkan, serta memilih alat kontrasepsi yang diinginkan tanpa adanya paksaan.

Category: tanya kespro

Kesehatan seksual itu didefinisikan sebagai keadaan sejahtera secara fisik, mental dan sosial secara utuh, tidak semata-mata terbebas dari penyakit atau kecacatan dalam semua hal yang berkaitan dengan seksualitas. Itu artinya, kesehatan seksual memerlukan penghargaan terhadap seksualitas seseorang, termasuk dalam hal merasakan kenikmatan seksual dan hubungan seks yang aman tanpa paksaan dan kekerasan.

Jadi apabila kita sudah sehat secara seksual saat kita bisa memilih pasangan seksual sesuai yang kita inginkan, merasakan kenikmatan seksual, dan terbebas dari risiko kehamilan yang tidak direncanakan dan infeksi menular seksual, maupun dari segala paksaan dan kekerasan.

Category: tanya kespro

Dalam hal ini, pihak yang banyak dirugikan adalah pihak perempuan.

  • Tekanan psikologis (sanksi sosial)
  • Putus sekolah
  • Keretanan terjadinya gangguan pada kesehatan organ reproduksi
  • Perasaan malu hingga depresi
  • Sensitif atau mudah marah
  • Peningkatan kasus aborsi tidak aman yang mengancam kesehatan akibat terjadinya infeksi yang dapat mengakibatkan peradangan dan risiko kemungkinan terjadinya mandul bahkan kematian
Category: tanya kespro

Ada sejumlah cara yang bisa dilakukan sebagai upaya untuk mencegah terjadinya infeksi menular seksual.

Berikut ini beberapa di antaranya:

  • Menunda berhubungan seks hingga berumur di atas 20 tahun karena senggama pertama pada usia 15-20 tahun paling berisiko mencetus keganasan leher rahim
  • Berperilaku sehat, termasuk menjaga kebersian alat reproduksi seperti, celana tidak ketat, sering bergantu pakaian dalam yang bersih, bahan celana dalam dari katun yang mudah menyerap keringan, dan berperilaku seksual yang sehat
  • Hindari seks pranikah, berganti-ganti pasangan
  • Mencari informasi yang benar tentang risiko penularan infeksi menular seksual
  • Gunakan kondom ketika berperilaku seksual berisiko tinggi
  • Segera berobat bila ada gejala-gejala IMS
  • Jangan mengobati diri sendiri dengan antibiotik tanpa resep dokter
Category: tanya kespro
Tags: ims, kespro, pms

Berikut ini merupakan aktivitas yang bisa meningkatkan risiko infeksi HIV:

  • Berbagi jarum suntik untuk mengambil obat
  • Melakukan hubungan seks tanpa kondom dengan orang yang terinfeksi

Sementara itu, HIV tidak menular saat Anda:

  • Menyentuh atau memeluk seseorang penderita HIV
  • Berbagi kamar mandi umum atau kolam renang dengan penderita
  • Berbagi cangkir, peralatan, ponsel dengan seorang pengidap
  • Digigit serangga
Category: tanya kespro
  • Secara umum, kemiskinan dan ketimpangan gender yang bersumber dari subordinasi posisi perempuan di masyarakat meningkatkan kerentanan mereka untuk terinfeksi HIV/AIDS. (UNFPA)
  • Perempuan cenderung tidak memiliki kontrol yang cukup terhadap hak-hak kesehatan seksual dan reproduksi.
  • Perempuan juga sering tidak memiliki cukup kekuasaan dan dukungan sosial untuk menuntut seks yang lebih aman atau menolak berhubungan seks yang tidak mereka inginkan.
  • Kekerasan seksual berbasis gender memperparah risiko perempuan untuk terinfeksi HIV/AIDS.

Category: tanya kespro

Pendidikan seks dan pelayanan kesehatan seksual dan reproduksi terhadap remaja adalah HAL YANG PENTING UNTUK DILAKSANAKAN.

Hal ini terkait dengan upaya menurunkan angka kehamilan tidak diinginkan, kematian ibu karena aborsi tidak aman, serta infeksi menular seksual termasuk HIV dan AIDS.

Pemerintah Indonesia sudah mengimplementasikan hal tersebut dalam berbagai program, seperti Kesehatan Reproduksi Remaja (KKR) atau Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) yang sudah dijalankan oleh PUSKESMAS sejak 2003 silam.

Namun kenyataannya perempuan usia 15-19 tahun masih menghadapi banyak masalah dalam mengakses pelayanan ini dibandingkan perempuan yang lebih dewasa. Hal ini umumnya dsebabkan oleh:

  • Masih ada anggapan hal yang tabu di Indonesia, di mana perempuan yang belum/tidak menikah, belum pantas mencari pelayanan kesehatan seksual dan reproduksi
  • Belum semua Puskesmas PKPR memberikan pelayanan kepada remaja secara terpisah. Sebagian besar layanan remaja masih digabungkan dengan pelayanan umum, hal ini membuat remaja menjadi canggung dan malu untuk mendapatkan pelayanan. Jam layanan PUSKESMAS masih bertepatan dengan Jam sekolah. Bagi remaja yang masih bersekolah, waktu untuk mengakses bisa menjadi kendala.

Perlu upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan “Ramah Remaja” di tiap penyedia pelayanan PKRE agar dapat menghilangkan stigma terhadap remaja yang mengakses pelayanan.

Sosialisasi yang lebih proaktif bekerjasama dengan lembaga lain seperti NGO dan komunitas remaja untuk menjangkau lebih luas kepada remaja yang membutuhkan pelayanan,

Category: tanya kespro

Memperkenalkan seks pada anak dapat dimulai sejak anak menunjukkan ketertarikan untuk mempelajari anggota tubuh. Saat anak-anak mulai belajar tentang anggota tubuh, seperti mata, telinga, hidung, tangan, kaki, perut, punggung, dll., saat itu juga orangtua mulai mengenalkan penis dan vagina. Mengenalkan penis dan vagina adalah tahapan pertama memperkenalkan seks pada anak. Perkenalkanlah bahwa penis dan vagina adalah bagian dari tubuhnya. Mulailah dari bagian tubuh yang tangible atau terlihat sebelum mulai masuk ke sistem tubuh yang tidak terlihat, seperti sistem pencernaan, pernapasan, dan reproduksi.

Mulai dari mengenal anggota tubuh, anak akan mulai memahami bahwa ada perbedaan antara penis dan vagina. Kemudian berlanjut ke pemahaman fungsi yang paling dekat, seperti laki-laki buang air kecil melalui penis, sementara perempuan melalui vagina.

Category: tanya kespro

Pengetahuan kesehatan reproduksi dasar yang perlu diketahui remaja:

  • Pengenalan terhadap sistem, proses, serta fungsi alat reproduksi.
  • Risiko Infeksi Menular Seksual (IMS). Dengan mengetahui risiko yang mungkin terjadi, remaja tentu akan lebih berhati-hati dan lebih menjaga kesehatan reproduksi mereka.
  • Kekerasan seksual dan cara meghindarinya. Remaja perlu dikenalkan dengan hak-hak reproduksi yang ia miliki. Selain itu, diperlukan juga pengetahuan tentang kekerasana seksual yang mungkin terjadi, apa saja jenisnya, dan bagaimana cara mencegahnya terjadi.

Memiliki pengetahuan kesehatan reproduksi yang tepat terhadap proses reproduksi, serta cara menjaga kesehatannya, diharapkan mampu membuat remaja lebih bertanggung jawab. Terutama mengenai proses reproduksi, dan dapat berpikir ulang sebelum melakukan hal yang dapat merugikan.

Category: tanya kespro

Load More

Pin It on Pinterest