Daftar Pertanyaan dan Jawaban

tanya kespro

Kita adalah manusia yang bisa berfikir, mengambil keputusan dan bebas memilih yang kita suka dan menolak yang tidak kita sukai. Manusia juga mahluk sosial yang bebas berinteraksi dengan orang lain, namun kebebasan interaksi ini ada batasannya, yaitu kebebasan orang lain, Oleh karena itu dalam berinterkasi dengan orang lain kita harus memastikan adanya consent atau persetujuan untuk memastikan kita tidak melanggar kebebasan atau hak orang lain.

Manusia juga mahluk seksual, dimana naluri dan hasrat seksual merupakan sesuatu yang melekat (kodrati) baik pada laki-laki maupun perempuan. Dalam konteks ini juga penting adanya consent agar interaksi seksual tidak merugikan salah satu pihak atau bahkan orang lain.

Consent bukan saja sebuah penyataan sikap setuju namun juga sikap tidak setuju terlibat dalam kegiatan seksual. Consent harus diberikan secara sukarela, artinya tidak dipaksakan atau tidak dengan menggunakan manipulasi.

Kita mungkin bisa mengalami situasi dimana dalam suatu hubungan ketika kita harus mengatakan ‘tidak‘, terutama ketika diminta untuk bertindak melawan nilai-nilai atau moral kita. Meskipun terkadang sulit, ini bisa bermanfaat bagi kesehatan mental dan hubungan Anda sendiri.

Consent itu penting karena tanpanya, orang-orang bisa saja melakukan tindak kekerasan atau kriminal ketika melakukan kegiatan seksual dan korbannya bisa menderita trauma fisik/emosional yang parah sebagai akibat tindakan tersebut.

Category: tanya kespro

Kesehatan reproduksi didefinisikan sebagai keadaan sejahtera secara fisik, mental dan sosial secara utuh, tidak semata-mata terbebas dari penyakit atau kecacatan dalam semua hal yang berkaitan dengan sistem reproduksi, fungsi dan prosesnya.

Jadi kita bisa dibilang sehat reproduksinya jika organ reproduksi kita mampu berfungsi dengan baik, juga kita bisa menentukan mau punya anak atau tidak dan kapan, jumlah anak dan jarak antar anak yang dilahirkan, serta memilih alat kontrasepsi yang diinginkan tanpa adanya paksaan.

Category: tanya kespro

Dalam hal ini, pihak yang banyak dirugikan adalah pihak perempuan.

  • Tekanan psikologis (sanksi sosial)
  • Putus sekolah
  • Keretanan terjadinya gangguan pada kesehatan organ reproduksi
  • Perasaan malu hingga depresi
  • Sensitif atau mudah marah
  • Peningkatan kasus aborsi tidak aman yang mengancam kesehatan akibat terjadinya infeksi yang dapat mengakibatkan peradangan dan risiko kemungkinan terjadinya mandul bahkan kematian
Category: tanya kespro

Pendidikan seks dan pelayanan kesehatan seksual dan reproduksi terhadap remaja adalah HAL YANG PENTING UNTUK DILAKSANAKAN.

Hal ini terkait dengan upaya menurunkan angka kehamilan tidak diinginkan, kematian ibu karena aborsi tidak aman, serta infeksi menular seksual termasuk HIV dan AIDS.

Pemerintah Indonesia sudah mengimplementasikan hal tersebut dalam berbagai program, seperti Kesehatan Reproduksi Remaja (KKR) atau Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) yang sudah dijalankan oleh PUSKESMAS sejak 2003 silam.

Namun kenyataannya perempuan usia 15-19 tahun masih menghadapi banyak masalah dalam mengakses pelayanan ini dibandingkan perempuan yang lebih dewasa. Hal ini umumnya dsebabkan oleh:

  • Masih ada anggapan hal yang tabu di Indonesia, di mana perempuan yang belum/tidak menikah, belum pantas mencari pelayanan kesehatan seksual dan reproduksi
  • Belum semua Puskesmas PKPR memberikan pelayanan kepada remaja secara terpisah. Sebagian besar layanan remaja masih digabungkan dengan pelayanan umum, hal ini membuat remaja menjadi canggung dan malu untuk mendapatkan pelayanan. Jam layanan PUSKESMAS masih bertepatan dengan Jam sekolah. Bagi remaja yang masih bersekolah, waktu untuk mengakses bisa menjadi kendala.

Perlu upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan “Ramah Remaja” di tiap penyedia pelayanan PKRE agar dapat menghilangkan stigma terhadap remaja yang mengakses pelayanan.

Sosialisasi yang lebih proaktif bekerjasama dengan lembaga lain seperti NGO dan komunitas remaja untuk menjangkau lebih luas kepada remaja yang membutuhkan pelayanan,

Category: tanya kespro

Memperkenalkan seks pada anak dapat dimulai sejak anak menunjukkan ketertarikan untuk mempelajari anggota tubuh. Saat anak-anak mulai belajar tentang anggota tubuh, seperti mata, telinga, hidung, tangan, kaki, perut, punggung, dll., saat itu juga orangtua mulai mengenalkan penis dan vagina. Mengenalkan penis dan vagina adalah tahapan pertama memperkenalkan seks pada anak. Perkenalkanlah bahwa penis dan vagina adalah bagian dari tubuhnya. Mulailah dari bagian tubuh yang tangible atau terlihat sebelum mulai masuk ke sistem tubuh yang tidak terlihat, seperti sistem pencernaan, pernapasan, dan reproduksi.

Mulai dari mengenal anggota tubuh, anak akan mulai memahami bahwa ada perbedaan antara penis dan vagina. Kemudian berlanjut ke pemahaman fungsi yang paling dekat, seperti laki-laki buang air kecil melalui penis, sementara perempuan melalui vagina.

Category: tanya kespro

Pengetahuan kesehatan reproduksi dasar yang perlu diketahui remaja:

  • Pengenalan terhadap sistem, proses, serta fungsi alat reproduksi.
  • Risiko Infeksi Menular Seksual (IMS). Dengan mengetahui risiko yang mungkin terjadi, remaja tentu akan lebih berhati-hati dan lebih menjaga kesehatan reproduksi mereka.
  • Kekerasan seksual dan cara meghindarinya. Remaja perlu dikenalkan dengan hak-hak reproduksi yang ia miliki. Selain itu, diperlukan juga pengetahuan tentang kekerasana seksual yang mungkin terjadi, apa saja jenisnya, dan bagaimana cara mencegahnya terjadi.

Memiliki pengetahuan kesehatan reproduksi yang tepat terhadap proses reproduksi, serta cara menjaga kesehatannya, diharapkan mampu membuat remaja lebih bertanggung jawab. Terutama mengenai proses reproduksi, dan dapat berpikir ulang sebelum melakukan hal yang dapat merugikan.

Category: tanya kespro

Load More

Pin It on Pinterest