Uncategorized

YKP dan Plan Indonesia Melakukan Deteksi Dini Kanker Serviks dan Payudara Melalui Layanan Skrining dalam Program AMARA di Cempaka Baru dan Sumur Batu

Deteksi dini menjadi salah satu langkah paling efektif untuk mencegah kanker serviks dan kanker payudara berkembang ke stadium lanjut. Berangkat dari semangat tersebut, Yayasan Kesehatan Perempuan (YKP) bersama Yayasan Plan Internasional Indonesia (YPII) melalui Program AMARA terus memperluas akses layanan skrining bagi perempuan di tingkat komunitas. Sepanjang Januari hingga Februari 2026, kegiatan skrining IVA Test, HPV DNA, dan SADANIS digelar di Kelurahan Cempaka Baru dan Kelurahan Sumur Batu sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan reproduksi secara rutin.

Layanan skrining dilaksanakan pada 23 Januari 2026 di Kantor Kelurahan Cempaka Baru dan dilanjutkan pada 17 Februari 2026 di RPTRA Sumur Batu. Berbeda dengan kegiatan penyuluhan biasa, Program AMARA hadir sebagai bentuk dukungan terhadap layanan skrining yang diselenggarakan oleh puskesmas di wilayah intervensi. Kolaborasi ini memperkuat sinergi antara tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat agar semakin banyak perempuan memiliki akses terhadap layanan deteksi dini kanker serviks dan kanker payudara.

Program ini memiliki sejumlah tujuan penting, mulai dari meningkatkan cakupan pemeriksaan IVA Test dan HPV DNA, memperluas deteksi dini kanker payudara melalui SADANIS dan edukasi SADARI, hingga menemukan lebih awal kondisi pra-kanker agar peserta dapat segera memperoleh tindak lanjut medis yang tepat. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan pengetahuan perempuan mengenai pentingnya pemeriksaan rutin sekaligus mendukung target pemerintah dalam pengendalian kanker di wilayah DKI Jakarta.

Sebelum layanan skrining dibuka, kegiatan diawali dengan sesi cascading atau penguatan pengetahuan bagi kader yang diikuti sekitar 35 peserta masyarakat di masing-masing wilayah. Setelah sesi edukasi selesai, tenaga kesehatan dari puskesmas bersama tim Program AMARA membuka layanan skrining bagi peserta maupun masyarakat umum yang ingin memanfaatkan kesempatan tersebut. Sebanyak 8 perempuan mengikuti layanan skrining di Kelurahan Cempaka Baru, sementara 13 perempuan mengakses layanan di Kelurahan Sumur Batu. Sebagai bentuk apresiasi atas kepedulian terhadap kesehatan diri, setiap peserta menerima souvenir dari Program AMARA.

“Deteksi dini adalah investasi kesehatan yang dapat menyelamatkan lebih banyak perempuan dari risiko kanker serviks dan kanker payudara.”

Meski kegiatan berjalan lancar, tim pelaksana juga menemukan tantangan yang masih menjadi pekerjaan bersama. Minat perempuan untuk melakukan skrining masih tergolong rendah. Faktor minimnya informasi, stigma terhadap pemeriksaan organ reproduksi, hingga keterbatasan akses layanan menjadi beberapa penyebab yang memengaruhi partisipasi masyarakat. Berdasarkan pengalaman puskesmas di wilayah dampingan, jumlah perempuan yang bersedia mengikuti skrining memang masih perlu terus ditingkatkan.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Program AMARA bersama para kader mengembangkan berbagai strategi penjangkauan. Informasi mengenai layanan skrining disebarluaskan melalui flyer kegiatan, media sosial, hingga grup komunikasi yang dimiliki para kader. Selain itu, pemberian souvenir juga menjadi salah satu bentuk apresiasi yang diharapkan dapat mendorong lebih banyak perempuan memanfaatkan layanan deteksi dini.

“Kolaborasi antara kader, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi kunci agar semakin banyak perempuan berani melakukan deteksi dini.”

Dari pelaksanaan kegiatan ini, Program AMARA juga memperoleh sejumlah pembelajaran penting. Koordinasi yang baik antara YKP, YPII, puskesmas, tenaga kesehatan, dan kader terbukti mendukung kelancaran layanan. Lokasi kegiatan dinilai memadai untuk membuka booth pemeriksaan, sementara semangat kader dalam membantu proses pelayanan menjadi salah satu faktor keberhasilan kegiatan. Ke depan, inovasi strategi komunikasi dan pendekatan kepada masyarakat akan terus diperkuat agar semakin banyak perempuan memahami manfaat skrining dan bersedia memeriksakan kesehatannya sejak dini.

Sebagai tindak lanjut, Program AMARA telah merencanakan penguatan kapasitas tenaga kesehatan pada Februari 2026 serta pelaksanaan skrining lanjutan di berbagai kelompok masyarakat mulai Maret 2026. Langkah ini diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan sekaligus membangun budaya deteksi dini sebagai bagian dari gaya hidup sehat perempuan Indonesia.

“Semakin dini kanker ditemukan, semakin besar peluang untuk mendapatkan penanganan yang efektif. Jangan tunda untuk melakukan skrining dan ajak perempuan di sekitar kita ikut menjaga kesehatannya.”